Logo RSGM
Memuat...
Berita & Informasi

Berita & Informasi

Update terkini tentang kegiatan, informasi kesehatan gigi, dan berita dari RSGM Gusti Hasan Aman

Artikel Lainnya

Menampilkan 4 dari 4 artikel
RSGM Gusti Hasan Aman dan FKG ULM Perkuat Kolaborasi Lintas Profesi melalui IPC
Kesehatan

RSGM Gusti Hasan Aman dan FKG ULM Perkuat Kolaborasi Lintas Profesi melalui IPC

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman bersama Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar kegiatan Interprofessional Collaboration (IPC) di RSGM Gusti Hasan Aman, Banjarmasin, Senin (19/1/2026). Kegiatan yang berlangsung pada 19–24 Januari 2026 ini menjadi wujud penguatan pelayanan kesehatan berbasis kolaborasi lintas profesi. Plt. Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda, menyampaikan bahwa pelaksanaan IPC memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran klinik dan layanan kesehatan. “Melalui IPC, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi klinis, tetapi juga kemampuan bekerja dalam tim antarpofesi. Hal ini sangat penting untuk menjamin keselamatan pasien dan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan,” ujarnya. Kegiatan IPC melibatkan tiga program studi profesi di ULM, yakni Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi FKG ULM, Program Studi Pendidikan Profesi Dokter FKIK ULM, serta Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker FMIPA ULM. Selama kegiatan, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu bekerja bersama dalam pengkajian pasien, perencanaan perawatan, diskusi kasus, hingga evaluasi terapi secara komprehensif di lingkungan klinik RSGM sebagai rumah sakit pendidikan. Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi ULM melalui Wakil Dekan Bidang Akademik, Isnur Hatta, menegaskan bahwa IPC merupakan bagian dari strategi ULM dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi sistem pelayanan kesehatan modern. “Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap peran dan tanggung jawab masing-masing profesi, sehingga mereka lebih siap bekerja secara kolaboratif dan profesional di dunia kerja,” ungkapnya. Melalui pelaksanaan IPC ini, RSGM Gusti Hasan Aman dan ULM berharap dapat mencetak lulusan dokter gigi, dokter, dan apoteker yang memiliki kompetensi kolaboratif, mampu bekerja dalam tim pelayanan kesehatan, serta memberikan pelayanan yang aman, efektif, dan bermutu bagi masyarakat. MC Kalsel/dam

MEDIA CENTER
23 Oct 2026
Berstatus RS Pendidikan, RSGM Gusti Hasan Aman Fasilitasi IPC Mahasiswa ULM
Kesehatan

Berstatus RS Pendidikan, RSGM Gusti Hasan Aman Fasilitasi IPC Mahasiswa ULM

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, kembali menunjukkan perannya sebagai rumah sakit pendidikan, dengan memfasilitasi kegiatan Interprofessional Collaboration (IPC), yang melibatkan mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM).Kegiatan IPC ini merupakan kolaborasi lintas disiplin dari tiga program studi profesi di ULM. Yaitu Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi Program Profesi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ULM, Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ULM, serta Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ULM. Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda, melalui rilisnya Senin (19/1) menyampaikan, pelaksanaan Interprofessional Collaboration (IPC) digelar selama tiga hari, dari 19-24 Januari 2026, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam praktik pelayanan kesehatan yang kolaboratif, terintegrasi, serta berorientasi pada keselamatan pasien.“Melalui pendekatan kerja tim antarpofesi, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing profesi dalam penatalaksanaan pasien secara komprehensif,” ucapnya Disampaikan Mashuda, selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dari ketiga program studi bekerja bersama dalam berbagai aktivitas klinik dan diskusi kasus. Proses pembelajaran meliputi pengkajian pasien, perencanaan perawatan, hingga evaluasi terapi yang dilakukan secara kolaboratif. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di lingkungan klinik RSGM Gusti Hasan Aman sebagai rumah sakit pendidikan, sehingga memberikan pengalaman nyata dalam praktik kolaborasi interprofesional di fasilitas pelayanan kesehatan. “Kegiatan IPC ini sejalan dengan komitmen rumah sakit dalam mendukung pengembangan pendidikan kesehatan berbasis kolaborasi. Model pembelajaran seperti ini dinilai penting untuk mempersiapkan calon tenaga kesehatan yang mampu bekerja secara tim dan berorientasi pada mutu serta keselamatan pasien,” jelasnya. Lebih lanjut Mashuda menambahkan, pelaksanaan IPC juga menjadi bagian dari upaya Universitas Lambung Mangkurat dalam menjawab tantangan sistem pelayanan kesehatan modern yang menuntut sinergi antartenaga kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lulusan profesi dokter gigi, dokter, dan apoteker memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkolaborasi di fasilitas pelayanan kesehatan. “Peran RSGM Gusti Hasan Aman sebagai wahana pendidikan dan pelayanan, kegiatan IPC diharapkan dapat berkontribusi dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan bermutu bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” tutupnya. (RSGMGUSTIHASANAMAN.KALSEL-ABDI PERSADA)

ABDI PERSADA
23 Oct 2026
RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Tata Kelola melalui Kaji Tiru Penerapan UOBK di Yogyakarta
Kesehatan

RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Tata Kelola melalui Kaji Tiru Penerapan UOBK di Yogyakarta

Plt. Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda, menghadiri kegiatan konsultasi dan pelaksanaan kaji tiru penerapan Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) ke Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan RSUP Dr. Sardjito, Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola kelembagaan serta meningkatkan kualitas manajemen rumah sakit di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tenaga Ahli Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, serta para Direktur Rumah Sakit Provinsi Kalimantan Selatan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendorong transformasi pengelolaan rumah sakit agar lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada mutu pelayanan. Plt. Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda, menyampaikan bahwa kaji tiru ini memiliki nilai strategis dalam memberikan gambaran nyata mengenai penerapan UOBK yang telah berjalan dengan baik di Provinsi DIY. “Melalui kegiatan konsultasi dan kaji tiru ini, kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tata kelola UOBK, mulai dari aspek regulasi, kelembagaan, hingga praktik manajerial yang diterapkan di RSUP Dr. Sardjito. Hal ini menjadi referensi penting bagi RSGM Gusti Hasan Aman dalam mempersiapkan implementasi UOBK secara optimal,” ujarnya. Menurut drg. Mashuda, penerapan UOBK diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas pengelolaan rumah sakit tanpa mengesampingkan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Dengan demikian, rumah sakit dapat lebih responsif dalam pengambilan keputusan strategis, pengembangan layanan, serta pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan. “Status UOBK memberikan ruang bagi rumah sakit untuk bergerak lebih dinamis dan profesional. Dampaknya tidak hanya pada penguatan tata kelola internal, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan kesinambungan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat,” tambahnya. Lebih lanjut, hasil kaji tiru ini akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah kebijakan dan perencanaan implementasi UOBK di RSGM Gusti Hasan Aman agar selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Proses adaptasi tersebut diharapkan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi institusi maupun masyarakat pengguna layanan. MC Kalsel/dam

MEDIA CENTER
23 Oct 2026
RSGM Gusti Hasan Aman Susun Dokumen AMDAL sebagai Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
Kesehatan

RSGM Gusti Hasan Aman Susun Dokumen AMDAL sebagai Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman melaksanakan Kajian Lingkungan Hidup melalui penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai bentuk komitmen dalam pengendalian dan pengelolaan dampak lingkungan akibat pengembangan kegiatan operasional rumah sakit. Penyusunan dokumen AMDAL tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim melalui pengelolaan kegiatan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Plt. Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda, menyampaikan bahwa penyusunan AMDAL menjadi landasan penting dalam memastikan seluruh kegiatan operasional rumah sakit berjalan secara bertanggung jawab dan memperhatikan aspek lingkungan. “AMDAL merupakan instrumen untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta mengendalikan potensi dampak lingkungan yang mungkin timbul dari kegiatan operasional RSGM. Dengan dokumen ini, kami berkomitmen menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga perlindungan lingkungan,” ujarnya di Banjarmasin, Rabu (7/1/2026). Ia menjelaskan, proses penyusunan AMDAL dilaksanakan secara partisipatif dan transparan dengan melibatkan masyarakat serta instansi pemerintah terkait. “Tahapan kegiatan diawali dengan pengumuman rencana usaha dan/atau kegiatan, dilanjutkan dengan pelaksanaan konsultasi publik guna menjaring masukan, saran, dan tanggapan dari masyarakat yang terdampak dan tenaga ahli,” jelasnya. Selanjutnya, RSGM Gusti Hasan Aman menyusun dokumen teknis lingkungan yang meliputi Persetujuan Teknis Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah ke Badan Air Permukaan serta Rincian Teknis Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Seluruh dokumen tersebut kemudian dibahas dalam Sidang Forum Komisi AMDAL dan dilanjutkan dengan proses penilaian dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). “Seluruh rangkaian tahapan AMDAL dilaksanakan secara bertahap hingga diterbitkannya Persetujuan Lingkungan yang menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan kegiatan operasional RSGM Gusti Hasan Aman ke depan,” tambah drg. Mashuda. Melalui penyusunan AMDAL ini, RSGM Gusti Hasan Aman berharap dapat memberikan manfaat berkelanjutan tidak hanya bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga bagi masyarakat sekitar serta kelestarian lingkungan hidup di Kalimantan Selatan. MC Kalsel/dam

MEDIA CENTER
23 Oct 2026

Kategori

11 kategori